Home | Bogor Raya | 15 Ribu Rumah Tak Berlistrik, Pemkab Bogor Anggarkan Rp7,4 Miliar

15 Ribu Rumah Tak Berlistrik, Pemkab Bogor Anggarkan Rp7,4 Miliar

Pemkab Bogor mengalokasikan Rp7,4 miliar untuk menyiapkan perangkat instalasi listrik di 12 kecamatan tahun ini, dengan target 4.353 sambungan dalam program listrik desa (lisdes). Meski target rasio elektrifikasi telah tercapai, menyediakan listrik di seluruh wilayah akan terus dilakukan.

Menurut Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Asep Sulaeman, hingga kini masih ada sekitar 15.600 rumah belum teraliri listrik.

“Anggaran kita terbatas. Tapi, target lima tahunan kita yakni 98% teraliri listrik sudah tercapai. Selanjutnya, kita selesaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” kata Asep, Kamis (15/3).

Hingga akhir 2017, kata Asep, realisasi rasio elektrifikasi di Bumi Tegar Beriman telah mencapai 98,76%. Sementara tahun ini, dengan anggaran yang ada, pemkab menargetkan sambungan listrik di 4.353 rumah.

“Rencananya di wilayah Kecamatan Tanjungsari, Jonggol, Sukamakmur, Sukajaya, Ciawi, Caringin, Cijeruk, Leuwisadeng, Parungpanjang, Jasinga, Nanggung dan Gunungsindur,” jelas Asep.

Dia mengimbau, masyarakat yang kini telah teraliri listrik, menjaga ketersediaan listrik atau jangan sampai diputus oleh PLN. “Kita kan hanya memfasilitasi instalasi pemasangannya saja. Kalau enggak bayar yak diputus nanti. Kan semua listriknya pasca bayar (token) dengan kapasitas 900 watt sama semuanya,” tegasnya.

Ketersediaan listrik bukanlah tolok ukur dalam menentukan sebuah wilayah terisolir atau tidak. Wilayah terisolir, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Deni Ardiana hanya dilihat dari aspek aksebilitasnya saja.

Pada 2016 lalu, Deni menyebut ada 39 kampung terisolir dan berhasil dikurangi dengan membuatkan akses jalan dan jembatan di 15 kampung pada 2017 lalu. Sisa 24 kampung, pemkab menargetkan selesai tahun ini dengan anggaran Rp10 miliar lewat APBD 2018.