Home | Suara Bogor | Kota Bogor Butuh Walikota Yang Bisa Atasi Macet

Kota Bogor Butuh Walikota Yang Bisa Atasi Macet

Kondisi kemacetan di Kota Bogor memang semakin memprihatinkan. Dulu, macet hanya terjadi di jam-jam sibuk saja. Kini, di masa kepemimpinan Walikota Bima Arya macet tidak lagi mengenal waktu, dan titik kemacetan semakin bertambah.

Padahal memajukan ekonomi Kota Bogor salah satunya adalah bagaimana cara mengatasi kamacetan. Karena, kemacetan yang terjadi di pusat kota sangat berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bagaimana tidak, untuk menempuh jarak sejauh satu kilometer saja butuh waktu lama.

Jika masalah kemacetan tidak ditanggapi serius, sama saja dengan memperlambat pertumbuhan perekonomian masyarakat. Langkah awal yang perlu dilakukan walikota ke depan adalah, merubah mental para petinggi di Kota Bogor yang cenderung mementingkan kepentingannya pribadi masing-masing.

Sikap ini tercermin dari maraknya keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pembangunan gedung-gedung komersil yang hanya terpusat di tengah Kota. Dengan tidak adanya ketegasan mengatasi salah satu penyebab macet ini, masyarakat akan menduga pemko tidak berani menindak karena adanya kong kalikong.

Sehingga mudahnya mendapatkan izin mendirikan bangunan berdampak berdirinya gedung-gedung komersil seperti pusat perbelanjaan (mall), hotel, dan gedung komersil lainnya bisa berdiri megah di pusat kota saja. Terebih PKL yang semakin merajalela di sepanjang jalanan kota.

Padahal, jika terus dibiarkan, Kota Bogor akan semakin sumpek, dan tidak nyaman karena masyarakat akan berbondong-bondong hanya ke satu titik saja. Dampaknya sudah pasti akan terjadi penumpukan kendaraan di pusat kota saja. Selain itu, persoalan parkir liar yang juga menjadi penyebab kemacetan.

Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan, membuat jalan yang akan dilalui kendaraan semakin sempit. Masih lemahnya dan kurangnya keseriusan dari Walikota memerintahkan bawahannya, parkir liar ini tidak akan pernah bisa diselesaikan.

Dengan kondisi seperti ini, jika dibiarkan ibarat penyakit maka akan semakin akut, dan semakin sukit untuk disembuhkan.  Macet akan terus mewarnai keseharian masyarakat.

Untuk itu, diperlukan masyarakat Kota Bogor sangat membutuhkan walikota yang tegas dan bisa mengambil kebijakan, melawan para penguasa yang dianggap melanggar peraturan untuk menegakkan peraturan. Kota Bogor juga ingin memiliki walikota yang berani merubah kotanya sendiri demi kebaikan dan kemajuan bersama.