Home | Suara Bogor | Macet di Kota Bogor, Masyarakat Berkeluh Resah

Macet di Kota Bogor, Masyarakat Berkeluh Resah

Persoalan macet di Kota Bogor menjadi pergunjingan warga. Kenapa tidak, setiap warga ataupun pengguna jalan yang akan berkendara selalu terjebak di jalanan itu. Sebelumnya kota hujan itu, juga ada beberapa titik kemacetan. Namun, titik macet itu tidak berkelanjutan, dimana di jam tertentu saja.

Dulu kota ini, tetap ada kemacetan, tapi tidak separah ini. Antrian kendaraan dulu juga didapati, namun hanya beberapa titik dan jam tertentu saja, seperti pagi dan sore hari, serta di akhir pekan. Waktu-waktu tersebut, selalu didapati kendaraan yang antri dan terjebak di jalanan.

Namun, setelah Bima Arya berhasil memenangkan hati seluruh masyarakat Kota Bogor pada pilkada lima tahun lalu, pada masa kampanyenya, Bima Arya menguber janji politik untuk bisa mengurai kemacetan yang ada. Mendapatkan jawaban dari persoalan selama ini, masyarakat Kota Bogor akhirnya mengamanahkan kepada Bima Arya untuk memimpin Kota Bogor.

Ya, kita akui, setelah menjadi walikota Bogor, Bima Arya langsung gerak nyata mengatasi kemacetan tersebut. Beberapa program ataupun inovasi dilakukan oleh Bima Arya untuk mengatasi persoalan tersebut. Melihat gelegat, Bima Arya, masyarakat bersimpatik. Setelah program tersebut terealisasi, masyarakat tidak ada mendapatkan perubahan.

Akibatnya, masyarakat mendesak Bima Arya segera menyelesaikan persoalan itu. Gagal dengan inovasi pertamanya, Bima Arya kembali mencarikan jalan keluar lainnya. Namun sama saja, tetap gagal. Malahan seluruh inovasi yang dilahirkan Bima Arya menambah persoalan baru.

Siapa yang dikorbankan dari gagalnya inovasi Bima Arya ini?. Yakni masyarakat. Terkesan inovasi yang dilahirkan Bima Arya ini hanya menguntungkan beberapa kelompok dan dengan teganya mengorbankan masyarakat yang tidak lain memilih dia pada masa pilkada lima tahun silam.

Macet yang dulunya hanya beberapa titik, sekarang membias hampir seluruh jalan yang ada. Dimana inovasi yang dilahirkan Bima Arya, menjadikan lalulintas di Kota Bogor malah hancur dan sembraut. Inovasi yang gagal ini, malah menambah macet jalanan kota tersebut. Bayangkan saja, berapa waktu warga yang dikorbankan saat terjebak di jalanan itu.

Terjebaknya warga di jalanan, melahirkan keluh resah dan umpatan kepada pemimpin yang telah dipilihnya. Namun, keluh resah warga, tetap saja tidak merubah keadaan, yakni Kota Bogor tetap saja macet Terima kasih Bima Arya, yang telah menghancurkan lalulintas kami dengan inovasi kamu yang gagal.