Home | Suara Bogor | Macet Semakin Parah, Bima Arya Gagal Membawa Perubahan

Macet Semakin Parah, Bima Arya Gagal Membawa Perubahan

Sudah empat tahun Bima Arya menjadi Walikota Bogor. Masyarakat sudah memberikan amanah dan menaruh harapan yang besar kepada walikota muda dan juga berasal dari kota Bogor itu. Rakyat berharap, kota Bogor menjelma menjadi kota yang bersih dan indah serta bebas dari kemacetan.

Rakyat juga berharap agar kesemrawutan lalulintas dapat diatasi.
Tapi sayangnya Walikota yang masih muda itu belum berhasil menciptakan perubahan yang berarti. Kota Bogor masih tetap sama seperti saat walikota sebelumnya. Kondisi Kota Hujan itu amat semrawut dan setiap hari masyarakat menjadi korban kemacetan.

Kritikan dari masyarakat atas kondisi Kota Bogor yang selalu macet, juga terus bermunculan. Padahal, satu dari lima prioritas kerja Walikota Bogor Bima Arya ialah soal transportasi untuk mengatasi kemacetan yang telah akut di sana. Namun, hingga saat ini kota yang memiliki banyak angkutan kota tersebut nyatanya belum bisa menyelesaikan masalah yang paling pelik.

Kemacetan yang semakin bertambah, mulai dari pusat kota hingga sudut kota, menjadikan kota yang juga mendapat julukan seribu angkot itu, mendapat peringkat ke-2, setelah Cebu, Filipina untuk kota dengan pengalaman berkendara terburuk di dunia. Sudahlah mendapatkan julukan sebagai kota termacet nomor 2 di dunia, di masa kepemimpinan Bima Arya wajah kemacetan di Kota Bogor belum berubah.

Bima Arya bukannya membuat Kota Bogor bebas macet atau berkurangnya kemacetan, ternyata macet di Kota Bogor terus bertambah dan bahkan titik macet juga terus bertambah. Dengan kondisi lalu linta seperti itu akan menimbulkan persepsi jika Bima Arya seakan tidak kerja untuk mengatasi persoalan macet ini.

Memang sudah ada niat dan tindakan dari pemerintah Kota Bogor untuk memperbaiki. Namun hasilnya tidak berdampak besar.Malahan, banyak rencana yang diangkat ke publik terkesan hanya sebuah wacana saja karena tidak kunjung terrealisasi dan bahkan terkesan hanya pencitraan saja.

Seperti baru-baru ini Pemerintah Kota Bogor atas kebijakan Bima Arya melakukan rekayasa perubahan sistem lalulintas di sekitar Istana Bogor menjadi satu arah atau yang dikenal dengan SSA. Dampaknya bukannya mengurangi kemacetan, malah wilayah lingkar Kebun Raya Bogor yang berdampak menjadi semakin macet.

Bima Arya saat memimpin Kota Bogor belum juga bisa melakukan penertiban PKL dan parkir liar yang menjadi penyebab kemacetan.

Di trotoar masih banyak dijumpai PKL begitu juga parkir liar masih saja mewarnai lalu lintas Kota Bogor. Begitu juga persoalan angkot, kebijakan Bima Arya masih belum maksimal dan trasportasi massa juga belum membuahkan hasil. Macet seperti itulah yang menjadi penderitaan masyarakat Kota Bogor setiap harinya, dan masyarakat menilai Bima Arya belum bisa menghadirkan Kota Bogor menjadi lebih baik lagi.