Home | Suara Bogor | Masyarakat Menilai Bima Arya Miskin Terobosan Atasi Macet

Masyarakat Menilai Bima Arya Miskin Terobosan Atasi Macet

Seorang walikota akan dinilai dari kinerjanya dalam memimpin wilayahnya. Juga akan diuji dari kemampuannya mengatasi krisis dan permasalahan di wilayahnya. Kriteria itu bisa dilihat dari apakah selama dia memimpin suatu kota itu membawa kebaikan dan kemajuan bagi kotanya, atau justru makin mengalami kemunduran.

Selain itu, juga bisa dilihat dari apa yang dikerjakannya apakah sudah sesuai dengan harapan warganya. Tak selamanya pemimpin kota yang sepertinya banyak menampilkan sisi kemajuan pasti sesuai dengan kebutuhan warganya.

Bisa jadi apa yang dikerjakannya justru tidak sesuai dengan keinginan warga. Seperti yang kita lihat di Kota Bogor. Semasa Bima Arya menjabat sebagai walikota, Kota Bogor dari tahun ke tahun kemacetan semakin bertambah dan bahkan semakin parah.

Artinya Jika pemerintah Bogor tak mampu atasi kemacetan, itu repleksi tidak mampunya Bima Arya kelola kota Bogor. Padahal, kemacetan seolah menjadi momok menakutkan bagi warganya. Masyarakat harus menghabiskan waktu hanya untuk terjebak dalam kegilaan lalulintas yang terjadi di Kota Bogor.

Lantas apa saja yang telah dilakukan Bima Arya selama memimpin Kota Bogor untuk mengatasi macet?.

Selama menjabat, Bima Arya sudah membuat beberapa kebijakan yang tujuannya untuk mengatasi macet. Mulai dari membuat angkot sistem sift, merubah rute trayek angkot, konversi tiga angkot menjadi satu bus, penerapan jalan Sistem Satu Arah, hingga dikakukan penertiban PKL dan parkir liar.

Hanya ada beberapa saja, kebijakan yang telah digagas oleh Bima Arya. Sementara, kebijakan yang telah diterapkannya untuk mengurai kemacetan yang terjadi, belum membuahkan hasil. Macet malah semakin parah dan bahkan semakin kronis.

Ya, memang Kota Bogor tidak ada ubahnya di tangan Bima Arya dan sejauh ini belum membawa kemajuan.

Padahal, saat kampanye dulu, Bima Arya berjanji kepada masyarakat jika terpilih akan mengatasi kemacetan. Namun, setelah terpilih macet malah merajalela dan kini hampir seluruh ruas jalan sudah mengalami macet.

Hal itu disebabkan belum maksimalnya kinerja Pemkot Bogor yang dikendalikan oleh Bima Arya. Tidak adanya ketegasan dalam menerapkan kebijakan, membuat kebijakan itu tidak efektif. Apalagi, kurangnya terobosan-terobosan dalam mengatasi macet, membuat Kota Bogor mengalami kemunduran, dari sisi kemacetan.