Home | Bogor Raya | Ratusan Rumah Terancam Terkena Longsor

Ratusan Rumah Terancam Terkena Longsor

Bogor- Dinas Perumahan, Kawasan Pemukinn dan Pertamanan (DPKPP) Kabupaten Bogor mencatat, tidak kurang dari 987 rumah warga yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, berdiri di wilayah rawan longsor. Belum lagi, ada 102 bangunan komersil, seperti vila dan resort ilegal karena berdiri di atas lahan milik pemerintah.

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor Lita Ismu mengungkapkan, rumah warga yang berada di kawasan rawan longsor itu terdapat di wilayah Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Megamendung.

“Di Cisarua ada 763 bangunan di empat desa. Sementara 324 bangunan ada di tiga desa di Megamendung. Untuk dibongkar atau tidak, itu bukan ranah kami, tunggu assesment dari BPBD dulu,” kata Lita Ismu saat dihubungi, Minggu (18/2).

Sementara untuk 102 bangunan komersil yang berdiri di atas lahan milik pemerintah, terdapat di Kampung Sampay, Desa Tugu Selatan sebanyak 51 bangunan dan 51 bangunan lainnya berada di PT Sari Bumi dan Gunung Mas 51 bangunan.

“Sekarang sudah ada di Satpol PP. Karena katanya mereka sudah layangnya SP (surat peringatan) satu. Kalau dari kita sudah SP 1,2 dan 3. Itu bukti pengawaan kita berjalan. Untuk rumah warga di wilayah rawan longsor, mau di apakan nantinya tunggu assesment dari BPBD dulu,” ungkapnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan, idelanya penghuni di rumah-rumah itu mesti dipindahkan. Namun, pemkab kembali berkaca pada kemampuan keungan daerah untuk melakukannya.

“Makanya nanti dikaji dulu oleh SKPD terkait, yaitu BPBD, Bappeda untuk memberi masukan kepada pimpinan langkah apa yang haru dilakukan,” kata dia.

Dia mengakui jika, mereka yang kini tinggal di wilayah rawan longsor merupakan warga lokal. “Itu warga lokal. Mereka dari dulu tinggal di sana dan memang ada di tebingan seperti itu. Idealnya sih memang dipindah. Tapi kembali lagi kemampuan anggaran kita kan terbatas. Nanti lihat kajiannya seperti apa,” tegasnya.

22 Titik Longsor

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM mendata ada sekitar 22 titik longsor di Jalan Raya Puncak, yang masuk wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terbentang dari RM Rindu Alam ke arah Megamendung. Maka, penutupan akses jalan merupakan satu-satunya pilihan untuk menghindari kembali terjadinya longsor.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ir Rudy Suhendar menjelaskan, 22 titik itu telah terjadi longsor, meski tidak sebear di Riung Gunung. “Makanya jalan ditutup dulu, untuk menghindari getaran akibat dilintasi kendaraan,” kata Rudy saat meninjau longsor di Riung Gunung, Rabu (7/2).

Menurutnya, beban di lereng-lereng terlalu berat karena banyaknya bangunan-bangunan permanen berdiri di atasnya. “Pemicu longsor itu, sifat tanah, wilayah lereng dan air. Ketiganya harus seimbang. Kalau tidak, pasti longsor saat hujan intensita tinggi. Ini di Puncak ini, beban di lereng terlalu berat,” kata dia.

Mestinya, kata dia, tidak boleh ada bangunan di lokasi tebingan terlebih di pegunungan. “Kami sarankan jangan ada bangunan lah di tebingan. Karena rentan sekali longsor. Semua titik longsor ada di Cisarua, terutama di Jalan Raya Puncak ini yah,” katanya.

Sumber : Inilah Koran