Home | Bogor Raya | Ribuan LGBT Ancam Kota Bogor

Ribuan LGBT Ancam Kota Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) ancaman besar bagi Kota Bogor. Hal tersebut berdasarkan data tahun 2015 dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAID) Kota Bogor, ada sekitar tiga ribuan yang tercatat dan terduga sebagai LGBT.

Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan LGBT berupaya menunjukkan jati diri dari kalangan minoritas secara seksualitas, dan istilah itu sudah mulai digunakan sejak era 90-an.

“Kalau melihat dari sudut pandang ilmu dan agama, bahwa seluruh umat Islam telah bersepakat jika LGBT ini termasuk ke dalam dosa besar. Apalagi Allah SWT pun telah memusnahkankan para kaum Nabi Luth AS dengan cara yang mengerikan lantaran mengalami disoreintasi seksual,” ungkapnya saat memberikan arahan pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ‘Bahaya LGBT bagi Pendidikan dan Keluarga’, di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, pada Kamis (15/3) sore.

Ade melanjutkan, oleh karena itu Pemkot Bogor sangat mendukung kegiatan adanya FGD, karena berdasarkan data tahun 2015 dari KPAID Kota Bogor, ada sekitar tiga ribuan yang tercatat dan terduga sebagai LGBT.

“Datanya itu sangat akurat, by name by address. Bisa dipertanggungjawabkan datanya,” tambahnya.

Ade menegaskan, LGBT berbahaya karena nyata mengancam kehidupan warga Kota Bogor secara umum, sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS.

“Ini sangat berbahaya, karena LGBT menularkan HIV/AIDS. Perlu adanya langkah-langkah pencegahan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Apendi Arsyad mengatakan, Dewan Pendidikan ingin membangun kesadaran publik terhadap bahaya LGBT, khusunya di dunia pendidikan dan keluarga di Kota Bogor. Karena LGBT merupakan masalah menular dan berbahaya.

“Saya mendapat informasi dari seminar yang saya ikuti dan media sosial, LGBT ini semakin marak, kemudian kemarakan ini tentu ada agenda-agenda global mencoba Indonesia dijadikan objek untuk perkembangbiakan LGBT dengan dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Apendi melanjutkan, Dewan Pendidikan tidak akan tinggal diam untuk menyelamatkan pendidikan, sekolah dan keluarga dari bahaya LGBT.

“Kami bergadengan dengan PKK kota Bogor, pendidikan domainnya dengan sekolah dan PKK domainnya dengan keluarga. Jangan sampai LGBT marak di pendidikan dan keluarga, karena bangsa ini bisa hancur, kekuatan bangsa dan negara itu ada di pendidikan dan keluarga,” bebernya.